Jumat, 29 Maret 2019

Guru memang bukan orang hebat, tetapi semua orang hebat berkat jasa guru

Berbagai prestasi membanggakan bidang pendidikan telah diraih Provinsi Jawa Tengah. Baik prestasi di event nasional maupun internasional berhasil ditorehkan insan pendidikan, yang tidak lepas dari jasa, bimbingan, serta dukungan para pendidik atau guru.



“Guru memang bukan orang hebat, tetapi semua orang hebat berkat jasa guru. Anak-anak ini harus dicamkan, jangan sampai murid berani sama guru nanti kuwalat. Karena guru membuat kalian menjadi hebat. Bahkan saya berdiri di sini juga karena guru,” ujar Sekda Jateng Dr Ir Sri Puryono KS MP saat memberi sambutan pada acara Malam Ramah Tamah Insan Pendidikan Berprestasi di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Minggu (25/11).

Ditambahkan, Jawa Tengah merupakan provinsi yang menjadi penopang prestasi di tingkat nasional pada event-event internasional. Kondisi yang demikian ini harus menjadi tradisi dan harus tetap dipertahankan secara sungguh-sungguh. Prestasi tersebut lahir dari kerja keras yang tak pernah letih, bukan hanya sebuah kebetulan.

“Saya berharap, keberhasilan yang telah diraih akan bermanfaat bagi masyarakat serta menginspirasi seluruh insan pendidikan di Jawa Tengah, minimal di lingkungan panjenengan masing-masing,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda mengatakan, tantangan pendidikan saat ini semakin berat dan hampir tanpa batasan ruang. Maka diperlukan semangat yang luar biasa dan terbarukan, agar mampu menembus atmosfer persaingan yang mengedepankan berbagai keunggulan.

“Disinilah peran pendidikan menempati posisi strategis dan sentral untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas. Mengapa SDM harus berkualitas? Karena SDM ibaratnya adalah investasi modal yang menjadi kunci suksesnya kemajuan dan keunggulan suatu bangsa,” tandasnya.

Menghadapi tantangan global yang semakin berat, kata gubernur, dibutuhkan SDM berkualitas, yang siap bersaing dalam berbagai dimensi kehidupan. Pendidikan berkualitas adalah kata kunci terciptanya warga dan generasi muda di Jateng yang mandiri, cerdas, berkepribadian, bermartabat, serta memiliki mental dan karakter maupun rasa percaya diri tinggi, sehingga siap menghadapi tantangan yang semakin kompleks di masa datang.

“Menggunakan kemajuan teknologi untuk lebih menata kehidupan menjadi lebih baik. Kemajuan Iptek harus ditempatkan untuk berbagai tujuan kebaikan, bukan menjadi alat untuk merugikan orang lain. Maka, disinilah peran kita sebagai insan terdidik untuk mampu memberikan edukasi kepada masyarakat di sekeliling kita,” beber mantan anggota DPR RI ini.

Ganjar meminta seluruh insan pendidikan berprestasi agar selalu menjaga prestasi dan mampu menjadi teladan serta mampu memberikan inspirasi bagi upaya peningkatan kualitas diri masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Menjadi motivator bagi lingkungan agar memiliki semangat berprestasi seperti panjenengan, atau bahkan prestasi yang lebih tinggi,” pintanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo menyebutkan, jumlah anggaran yang diberikan sebagai bentuk penghargaan Rp3,822 miliar. Penghargaan yang diberikan melalui rekening tabungan itu diberikan kepada 410 insan pendidikan dengan capaian prestasi sebanyak 352 medali emas, perak, dan perunggu. Rinciannya 53 medali tingkat internasional dan 299 tingkat nasional.

“Pemberian pengahargaan sebagai bentuk terima kasih atau apresiasi Pemprov Jateng kepada insan pendidikan yang telah mengharumkan nama provinsi di event nasional maupun internasional,” terangnya.

Dijelaskan, penghargaan yang diberikan kepada insan pendidik meliputi peserta didik, mahasiswa, guru, kepala sekolah, pengawas, laboran, pamong, pustakawan, dan lainnya itu bertujuan memberikan motivasi kepada insan pendidik supaya senantiasa meningkatkan prestasinya dan membawa harum nama Jateng, serta membangun semangat kompetisi  bagi insan pendidikan secara umum untuk memberikan prestasi terbaik bagi Jateng.

sumber: https://jatengprov.go.id/publik/guru-bukan-orang-hebat-tapi-orang-hebat-berkat-jasa-guru/