Senin, 20 Mei 2019

RS Arifin Nu Mang Tak Layani Peserta BPJS Mulai 30 Mei 2019

Surat Edaran RS Arifin Nu Mang (Ist).
Beberapa rumah sakit di Indonesia mulai 30 April 2019 lalu yang belum memenuhi syarat akreditasi terpaksa menghentikan sementara kerjasama dengan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

Dari kebijakan tersebut berimbas ke salahsatu Rumah Sakit di Sidrap yang juga menghentikan pelayanan bagi peserta BPJS yakni Rumah Sakit Umum (RSU) Arifin Nu’mang Sidrap akhir bulan ini.

Sesuai edaran pihak Rumah Sakit, Peserta BPJS tidak lagi mendapat pelayanan mulai 30 Mei mendatang.

"Sesuai surat dari BPJS Kesehatan Parepare, tertanggal 17 Mei 2019, maka RSU Arifin Nu’mang tidak lagi melayani pasien BPJS mulai 30 Mei mendatang," ujar Direktur RSU Arifin Nu’mang, dr H Budi Santoso dalam edarannya, Senin (20/5).

Selanjutnya, lanjut dr Budi, pelayanan kesehatan hanya akan dilayani jika berlaku umum atau dalam kondisi gawat darurat.

BPJS Kesehatan mewajibkan rumah sakit (RS) yang ingin bermitra sudah harus terakreditasi pada 30 Juni 2019 mendatang. Hal itu sesuai surat rekomendasi pemerintah kepada beberapa RS mitra BPJS Kesehatan yang belum terakreditasi.

Sebelumnya, pada 11 Februari 2019 lalu, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes juga sudah mengirimkan pemberitahuan bagi rumah sakit agar segera terakreditasi.

"Kita sudah berkali-kali mengingatkan rumah sakit untuk mengurus akreditasi. Awal tahun lalu, pemerintah sudah memberi kesempatan kepada rumah sakit yang belum melaksanakan akreditasi untuk melakukan pembenahan dan perbaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan BPJS Kesehatan Budi Mohammad Arief melalui keterangan tertulisnya, Kamis (2/5) lalu.

Akreditasi merupakan persyaratan bagi rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Aturan akreditasi harusnya diberlakukan sejak awal tahun 2014 seiring dengan pelaksanaan Program JKN-KIS.